SYARIAH COMPLIANCE DALAM REKSADANA SYARIAH (OPTIMALISASI DEWAN PENGAWAS SYARIAH DI PERUSAHAAN INVESTASI BERBASIS SYARIAH)

Pendahuluan

Di Indonesia Reksa dana syariah diterbitkan pada tahun 1997 dua tahun setelah kelahiran undang-undang No 8 tahun 1995 tentang pasar modal yang salah satu babnya menjelaskan tentang Reksa Dana. Walaupun  Reksa Dana muncul pada tahun 1995 akan tetapi media ini mulai aktif berjalan pada tahun 1996. Sedangkan  Reksa dana syariah yang pertama kalinya adalah Reksa dana syariah Danareksa saham pada Juli 1997.

Saat ini di Indonesia terdapat 13 Perusahaan Manajemen Investasi yang mengeluarkan reksa dana syariah. Terdapat 20 jenis reksa dana syariah  dari 398 reksa dana yang ada di Indonesia dengan total  NAB Rp. 933,3 miliar atau hanya 1,5% dari total NAB Reksa dana yang ada di Indonesia.( data Feberuari 2008).

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksa dana syariah memiliki kriteria yang berbeda dengan reksa dana konvensional pada umumnya. Dimana perbedaan ini terletak pada pemilihan instrumen investasi dan mekanisme investasi yang harus berpedoman pada sumber Al-Qur’an dan Hadits serta hukum islam yang lainnya. Reksa dana syariah beroperasi berlandaskan pada fatwa DSN No.20 DSN-MUI/IV/2001 [1]tentang pedoman dan pelaksanaan investasi reksa dana syariah butir 1,2,3 dan Bab Iv tentang pemilihan dan Pelaksanaan Investasi pasal 10.Selain itu dasaran hukum lain adalah Keputusan ketua BAPEPAM dan LK nomor Kep-314 Bl 2007 tanggal 31 Agustus 2007 peraturan No.JLK1 tentang ” Kriteria dan penerbitan Daftar efek Syariah”angka 2 hurufe butir 4b.

Mekanisme transaksi Reksa Dana dalam konsep Fiqih Muamalah berjalan menggunakan akad Wakalah yaitu antara investor dengan Manajer Investasi. Dan Mudharabah antara Manajer Investasi dengan Perusahaan .

Forte memaparkan tentang prinsip investasi syariah yang tidak hanya mengedepankan pencapaian keuntungan akan tetapi juga pelaksanaan investasi berdasarkan prinsip prinsip syariah, kehalalan investasi, dan terhindar dari praktek-praktek riba, gharar  dan Maysir.

Dalam kaitannya dengan reksa dana syariah terdapat 3 langkah yang ditempuh adalah pertama, memilih aset alocation atau menyusun portfolio investasi. Kedua, instrumen dan strategi. Ketiga distribusi income dan purifikasi (zakah). Purifikasi dilakukan karena kemungkinan tercampurnya pendapatan halal dan non halal yang ada dalam return yang dihasilkan.

Dalam penyusunan portfolio investasinya, Reksa Dana syariah hanya dapat menempatkan dananya ke dalam instrumen-instrumen investasi yang terbebas dari riba dan praktek-praktek tidak halal menurut syariah.( Datuk Dr Syech Othman Alhabshi :1995)  Pada instrumen pasar modal, Reksa Dana Syariah hanya menempatkan dananya pada emiten atau perusahaan atau pihak-pihak  penerbit instrumen investasi yang tidak melakukan usaha-usaha yang bertentangan dengan prinsip kehalalan syariah seperti riba, perjudian, pornografi, minuman haram (alkohol), babi, dan hiburan yang bertentangan dengan syariah dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah SWT  di dalam Al-Qur’an surat Al-Imron ayat 130 dan An-Nisa ayat 29, yang berbunyi :

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba yang berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.“

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kalian.”(QS. An-Nisa’:29)

Untuk itu, fungsi dan tugas seorang manajer investasi pada Reksa Dana syariah menjadi lebih luas daripada manajer investasi Reksa Dan konvensional yaitu menyusun strategi portofolio yang baik agar menghasilkan return optimal dan outperform dibandingkan dengan Reksa Dana lain, dengan tetap menjamin kehalalan proses investasi yang dilakukan.

Di Indonesia, instrumen–instrumen keuangan dan pasar modal yang sesuai dengan prinsip–prinsip syariah masih sangat terbatas. Sarana investasi Reksa Dana syariah di pasar modal terbatas pada saham-saham yang tercantum dalam Jakarta Islamic Index (berupa 30 saham yang dikategorikan halal sesuai keputusan DSN), Instrumen Obligasi syariah dan  instrument pasar uang seperti deposito mudharabah bank-bank Syariah dan Sertifikat Bank Indonesia syariah

Hal ini dapat menjadi kendala bagi Reksa Dana Syariah untuk mendapatkan return yang optimal. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Rothchild (1996) yang mengatakan “limitating choices based on non-fiancial criteria is destrimental to financial gains of portfolio performance” (Rothchild, 1996).

Penelitian Iggi H Achsien tentang perbandingan kinerja antara Reksa Dana syariah dan Reksa Dana konvensional di Malaysia memberikan kesimpulan berbeda dengan Rothchild. Dari penelitian Iggi Achsien disimpulkan bahwa keterbatasan sarana investasi ternyata tidak menyebabkan kinerja Reksa Dana Syariah (Islamic Mutual Fund) di Malaysia menjadi underperform dibandingkan Reksa Dana konvensional.  (Untuk lebih jelas baca  buku Iggi H. Achsien, “Investasi  Syariah di Pasar Modal”).

Berbeda halnya dengan Iggi, penelitian tentang perbandingan kinerja antara reksa dana syariah dan reksa dana konvensional  di Indonesia yang dilakukan oleh P Rinda Asytuti  pada tahun 2001-2002, membuktikan bahwa minimnya sarana investasi yang sesuai syariah  mengakibatkan kesulitan bagi kinerja reksa dana syariah pada tahun tersebut untuk memberikan return optimal dibandingkan dengan reksa dana konvensional. Dengan menggunakan pendekatan Sharpe, Treynor dan Jensen, Penulis menghitung kinerja dengan menggunakan risk adjusted return dan non risk adjusted return, kinerja reksadana syariah mayoritas masih underperformed dari benchmarknya. (Rinda : 2003)

Walaupun secara mekanisme operasional dan  mekanisme penghitungan kinerja , reksa dana syariah masih menggunakan teori keuangan konvensional, akan tetapi perbedaan mendasar pada sisi purifikasi syariah ( syariah compliance) adalah sebuah keharusan yang tidak dapat ditawar. Mendasari itu keberadaan DPS dalam perusahaan investasi syariah adalah bagian yang tidak dapat dipandang sebelah mata. (Yusuf Talal De lorenzo: 2005)

Supervisi shariah (DPS) di dalam reksa dana syariah adalah sebuah kebutuhan yang wajib. Dimana Reksa dana syariah menjadi wahana investasi halal bagi umat Islam untuk menghidupi diri dan keluarganya. Kehalalan Produk Reksa dana syariah adalah dengan memenuhi semua aturan dan mekanisme operasional yang sesuai dengan norma syariah, yaitu halal dalam pemilihan instrumen investasi, terbebas dari  riba, gharar, dan maysir.

Untuk itu keberadaan supervisi syariah sebagai bagian dari prinsip kontrol dan pelaksanaan syariah compliance perlu di tingkatkan. Keberadaan supervisi syariah dapat dijadikan sebagai pendekatan advokasi terhadap konsumen, yang dapat dijadikan landasan atas garansi pelaksanaan kaidah islam dalam berinvestasi yang pada akhirnya dapat memberikan return positif bagi Manajer Investasi, karena investor akan semakin yakin akan kehalalan investasi yang dilakukannya.

Kedudukan dan Mekanisme Kerja DPS Di Perusahaan Investasi (Management Fund) Berbasis Syariah

Hal paling signifikan yang membedakan antara lembaga investasi syariah dan lembaga investai  konvensional adalah adanya kepastian pelaksanaan prinsip-prinsip syariah dalam operasionalnya. Untuk memastikan hal itu dibentuk dewan pengawas syariah. Keberadaan Dewan Pengawas syariah (DPS) dalam struktur organisasi adalah wajib bagi lembaga yang ingin beroperasional berberbasis sistim syariah.

Dasar hukum dibentuknya DPS adalah implementasi dari perintah Allah yang termaktub dalam surat At-Taubah 105

” Dan Katakanlah : ”Bekerjaalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang mu’min akan melihat pekerjaan itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan Yang Ghaib dan yang Nyata lalu dibetikan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan . ”

Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa manusia dapat melakukan apa saja termasuk kegiatan ekonomi, akan tetapi semuanya itu akan selalu dalam pengawasan Allah secara langsung dan bersifat melekat, pengawasan Rasulullah yang diejawantahkan dalam bentuk pengawasan oleh penguasa dan pengawasan umum yang dilakukan oleh umat Islam. Pengawasan masyarakat dapat diwujudkan secara langsung atau melalui aturan-aturan yang mengatur dan membatasi.( Abdul Hamid M:19960)

Pengawasan implementasi syariah bersifat tegas dan teliti meliputi berbagai alur operasional lembaga investasi  baik dari sisi pengumpulan dana, penyaluran dana, (investasi). Hal tersebut dilakukan agar terjaminnya pelaksanaan prudential syariah di dalam lembaga ini. Pengawasan seperti ini dituntunkan oleh dalam surat Qaf ayat 17-18:

”ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu pengucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawa yang selalu hadir.”

Keberadaan supervisi syariah dapat disejajarkan pada keberadaan auditor internal ataupun eksternal keuangan yang akan menjamin pelaksanaan peraturan berdasarkan undang-undang. Supervisi Syariah membawa dua job pokok yaitu pengawas syariah compliance dalam management juga dapat menjadi perwakilan investor dalam perusahaan akan pemenuhan asas syariah.

Menurut Yusuf  Talal Delorenzo, tugas supervisi syariah tidak hanya terbatas pada screening dan menyeleksi equities portfolio investasi akan tetapi lebih dari itu yakni pada  proses purifikasi portfolio moral dan fiskal, purifikasi portfolio seleksi stock, portfolio monitoring: monitoring management, monitoring fee, monitoring dokumentasi keuangan, monitoring industry, product developmet, advokasi konsumen, membuat laporan secara teratur.

Purifikasi ini bukan berarti hanya zakat atau purifikasi harta dari hal- hal yang dilarang atau tidak halal atau sebagaimana prilaku kebanyakan masyakat muslim yang membersihkan harta seperti dengan infak, shodaqah atau menyedekahkan pendapatan non halal untuk kedermawanan. Akan tetapi yang dimaksud dengan purifikasi fiskal oleh dewan syariah adalah mengontrol terhadap seluruh pendapatan managemen yang kemungkinan masih tercampur dengan bisnis yang tidak sesuai syariah ataupun pendapatan dari bunga dan  berikut uang yang diinvestasikan agar sesuai dengan aturan-aturan syariah. Terlebih tugas purifikasi ini untuk menyakinkan kepada investor bahwa pendapatan yang diterima oleh investor benar-benar halal dari berbagai aspek.

Selain purifikasi fiskal dalam tubuh perusahaan investasi, tugas yang tidak kalah penting bagi dewan pengawas syariah adalah purifikasi moral. Bila purifikasi fiskal adalah pembersihan seluruh pendapatan dari pendapatan non halal dan pendapatan lain yang tidak sesuai dengan norma syariah, maka  purifikasi moral adalah pembersihan tingkah laku dari personel dan investor  yang berkecimpung dalam investasi maupun team management dengan menggunakan standarisasi nilai-nilai yang digariskan oleh Islam. Untuk menjalankan fungsi ini Dewan pengawas syariah harus masuk secara mendalam terhadap proses manajemen investasi dan rapat-rapat pemegang saham.

Tugas lain dewan pengawas syariah adalah purifikasi portfilio investasi. Tugas manajer investasi untuk membuat portfolio investasi agar menghasilkan return optimal bagi reksa dana seringkali dapat memberikan ruang untuk terjadinya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip syariah.

Selain investasi pada saham-saham yang listed yang sesuai dengan syariah seperti JII (Jakarta Islamic index) tidak tertutup kemungkinan berinvestasi pada saham yang diluar itu.Untuk itu tugas menjadi dewan syariah adalah menyeleksi stock dan instrumen investasi yang sesuai dengan syariah. Sering kali guiedliness syariah ini tidak secara otomatis masuk ke dalam software yang ada.

Terlebih pada itu selain melakukan screening portfolio investasi, tugas dewan syariah adalah memantau mekanisme atau operasional dalam tubuh management dengan tetap mengkontrol prilakku agar sesuai dengan etika dan moral islam.

Etika perusahaan sendiri tidak memiliki kriteria yang dapat diquantisir nilainya, akan tetapi merupakan tugas dewan pengawas syariah adalah menekankan pelaksanaan etika investasi (ethikal investing) dalam tubuh perusahaan melalui pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan, tanggung jawab sosial investasi, investasi kepercayaan dan investasi .

Tugas lain yang tidak kalah penting Dewan Pengawas syariah setelah screening stock adalah melakukan monitoring stock. Hal ini dilakukan karena dalam dunia bisnis sangat jarang  keadaan akan berlangsung sama, Sebagai perusahaan yang tidak didasarkan pada  bunga, maka Fund managemen sebaiknya memiliki return minimal 15 %. Alasan inilah yang kadang mesti diwaspadai oleh DPS untuk melakukan monitoring terhadap stock/saham yang diinvestasikan agar sesuai dengan syariah.

Disisi lain tugas manajer investasi untuk membuat portfolio investasi agar mencapai return maksimal seringkali memberikan ruang untuk tergelincirnya investasi pada hal-hal yang tidak sesuai dengan syariah. (Eko Priyo :2005) Untuk itulah tugas DPS selalu melakukan monitoring terhadap portfolio.

Revitalisasi peran dewan pengawas syariah adalah salah satu bagian dalam pelaksanaan prinsip good corporate governance. Dimana hal tersebut sangat krusial dilakukan terutama dalam lembaga bisnis syariah. Corporate governance adalah proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan kegiatan perusahaan kearah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan. Adapun tujuan akhirnya adalah meningkatkan kemakmuran pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya (Herwidayatmo :2000). Definisi ini menekankan bahwa sebaik apapun suatu struktur corporat governance namun jika prosesnya tidak berjalan sebagaimana mestinya maka tujuan akhir melindungi kepentingan pemegang saham dan stakeholders tidak akan pernah tercapai

Menurut Lielwellyn (1999) terdapat tiga element untuk mewujudkan sisitim keuangan yang kokoh, mampu stabil dan efisien dalam rentang kondisi pasar. Pertama,  sistim keuangan harus memilki fleksibilitas untuk menghadapi perubahan di dalam pasar. Kedua, sistim keuangan harus memilki kapasitas untuk mengatasi gangguan keuangan yang muncul yang disebabkan gangguan eksternal. Ketiga, sistim keuangan harus memilki stabilitas internal. Disebutkan pula beberapa faktor penyebab instabilitas pasar keuangan seperti instabilitas ekonomi makro, infrastuktur pendukung yang lemah, tidak adanya disiplin pasar dan kelemahan pengawasan dan pengaturan.

Dewan Pengawas syariah merupakan alat kontrol yang wajib bekerja maksimal untuk memberikan ketenangan bagi investor akan kehalalan investasi dan kesesuaiannya dengan syariah. Dengan tugasnya ini DPS dapat menjadi konsumen advokat perusahaan investasi yang memiliki produk instrumen investasi syariah atau reksa dana syariah

Terdapat beberapa poin penting dalam mekanisme kerja Dewan Pengawas Syariah adalah :

  1. Melakukan pengawasan secara periodik pada lembaga investasi syariah yang berada dibawah pengawasannya
  2. Berkewajiban mengajukan usul-usul pengembangan  lembaga Investasi syariah kepada pimpinan lembaga yang bersangkutan dan kepada Dewan syariah Nasional
  3. Melaporkan perkembangan produk dan operasional lembaga Investasi syariah yang diawasinya kepada Dewan Syariah nasional sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun anggaran
  4. Merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan Dewan syariah nasional

Sedangkan fungsi dan Tugas Dewan Pengawas Syariah sebagai mana diatur dalam Pedoman rumah tangga DSN sebagai berikut:

  1. DPS memberikat nasihat, saran kepeda direksi,Manajer Investasi Perusahaan Investasi  syariah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aspek syariah
  2. Melakukan pengawasan, baik secara aktif maupun pasif terutama pelaksanaan fatwa DSN serta memberikan pengawasan dan pengarahan atas produk jasa dan kegiatan usaha agar sesuai dengan prinsip syariah
  3. Sebagai mediator antara Lembaga Investasi syariah dengan DSN dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari lembaga keuangan syariah yang memerlukan kajian dan fatwa dari DSN.

Pengawasan yang dilakukan akan efektif jika memenuhi prinsip-prinsip pengawasan yaitu : (Marhum Sayyid Ahmad Al Hasyimi:12)

  1. Objektif . Pengawasan Perusahaan Investasi Syariah harus dilakukan secara objektif berdasarkan bukti-bukti otentik dan rasional, mengungkapkan fakta yang relevan dengan pelaksanaan pekerjaan, terhindar dari prasangka subjektif atau memihak tanpa bukti dan data yang valid.
  2. Independen. Pengawasan Perusahaan Investasi syariah harus bersifat independen artinya dalam proses dan praktik tidak boleh terjadi pemihakan atau pengaruh lain yang disebabkan adanya faktor x,
  3. Sistem. Kegiatan pengawasan Perusahaan Investasi syariah harus menerapkan sistem manajemen yaitu adanya perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
  4. Korektif, Pengawasan Perusahaan Investasi syariah harus memberikan manfaat kepada Perusahaan Investasi syariah yang diawasi, menjamin adanya tindakan korektif dalam menjalankan tugas dan fungsi manajemen disamping kelancaran aspek pendukung lainnya.

Pengawasan yang dilakukan oleh DPS seyogyanya dilakukan secara sistemik mengikuti alur manajemen pengawasan sehingga akan dihasilkan hasil pengawasan yang maksimal. Secara operasional manajemen pengawasn mendasarkan proses kerja setidaknya pada empat tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.

Kesimpulan

Kedudukan DPS dalam perusahaan invetasi ( managemen fund) memiliki arti yang sangat penting sebagai mekanisme kontrol dan prudential syaria sebagai  Syaria guarantee bagi investor terhadap investasi yang dilakukannya.

Ketidakpastian keadaan dan rentannya investasi syariah dari praktik gharar, riba, spekulasi , adalah tantangan terberat bagi perusahaan investasi syariah yang acapkali dapat menjadi penggoda terbesar keistiqomahan pada jalur syar’I.

Kondisi pasar financial Indonesia yang masih sarat dengan praktik-praktik terlarang baik manipulasi, spekulasi,gharar, ,dan insider trading merupakan ancaman dan tantangan yang harus dijawab oleh perusahaan investasi yang berbasis syariah untuk memastikan kepada masyarakat bahwa produk yang dihasilkannya adalah halal dan tetap memberikan return investasi yang kompetitif.

Maka dari itu optimalisasi peranan DPS meliputi berbagai tahap mulai dari screning stock hingga purifikasi, dan implementasi zakah merupakan harga yang tidak dapat ditawar .


About rindaasytuti

saat ini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana UIN Jakarta. Dan sekaligus pengajar di STAIN Pekalongan View all posts by rindaasytuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: